full screen background image
Sunday 19 November 2017
  • :
  • :

Surat Kuasa Subtitusi

Surat Kuasa Subtitusi

Surat Kuasa Subtitusi

Kami yang bertanda tangan di bawah ini,

Yeremia Anggarianto,S.H.,M.H.

advokat/penasehat hukum di Kantor Hukum Yeremia Anggarianto & Partners, berkantor di Jalan Menari 07, Malang, yang dalam hal ini selaku penasehat hukum – pemegang kuasa dengan hak subtitusi dari:

Nama : Poniman

Umur : 36 tahun

Pekerjaan : Wiraswasta

Dalam perkara perihal pembunuhan (Pasal 338 KUHP) yang didakwakan di Pengadilan Negeri Malang.

Sesuai dengan bunyi surat kuasa semula tertanggal 30 Juni 2015, dengan ini melimpahkan kuasa ini kepada:

Hotman,S.H.

advokat/penasehat hukum, anggota kantor hukum Hotma & Partners, berkantor di Jalan Menari 10, Malang.

Dengan kewenangan yang sama yang diberikan oleh pemberi kuasa semula kepada penerima kuasa semula. Dengan demikian, penerima kuasa subtitusi ini dalam kedudukannya sebagai pengganti dari penerima kuasa semula, dapat dan akan bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa semula dalam melakukan perbuatan-perbuatan atau upaya hukum, yang meliputi :

– Menghadiri persidangan-persidangan pengadilan yang bersangkutan sampai selesai

– Menghadap semua pejabat yang berwenang, baik di dalam maupun di luar persidangan

– Menyusun, menandatangani, dan membacakan pembelaan / gugatan / eksepsi / replik / rereplik / duplik / reduplik (pilih mana yang sesuai)

– Mengajukan alat-alat bukti di persidangan pengadilan bersangkutan

– Memohon putusan

– Melakukan pekerjaan dan tindakan hukum lainnya yang ada hubungannya dengan penanganan perkara bagi kepentingan pemberi kuasa semula.

Demikian kuasa subtitusi ini dibuat dan ditandatangani di Malang pada tanggal 12 Juli 2015

Penerima Kuasa                                                                                                                 Pemberi Kuasa

                                                                                                                                         ( MATERAI Rp 6.000 )

    Hotma,S.H.                                                                                                        Yeremia Anggarianto,S.H.,M.H.

CATATAN :

– Pemberi kuasa bisa menentukan kewenangan apa sajakah yang akan disubtitusikan kepada penerima kuasa subtitusi. Contoh di atas adalah contoh pemberian kewenangan sepenuhnya.

– Sebelum memberikan surat subtitusi, harus telah dipastikan bahwa surat kuasa sebelumnya mencantumkan adanya hak subtitusi. Apabila belum dicantumkan, maka harus minta persetujuan dari pemberi kuasa semula (klien) agar tidak terjadi permasalahan kelak. Dalam praktek, seringkali tidak menggubris ada atau tidaknya hak subtitusi dalam surat kuasa awal karena dianggap sudah termasuk walaupun tidak ditulis, namun demi kepastian hukum, lebih baik apabila ada hitam di atas putih.

– Alangkah baiknya, apabila penggunaan surat kuasa subtitusi hanya dalam keadaan yang terpaksa, demi menjaga kualitas kerja dan profesionalisme advokat. Adapun apabila terpaksa, maka pastikan advokat yang dipilih adalah orang yang bisa dipercaya sepenuhnya dan tetap memiliki kualitas kerja yang paling tidak setara.

– Tulisan tebal di contoh atas, merupakan hal yang patut untuk diperhatikan, demi legalitas surat subtitusi tersebut.