full screen background image
Sunday 19 November 2017
  • :
  • :

Putusan Serta Merta

Putusan Serta Merta

– Putusan serta merta atau disebut juga uit voerbaar bij voorraad adalah putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada perlawanan dan/atau upaya hukum lain dari pihak lawan

 

– Dalam praktek, putusan serta merta dapat dilaksanakan terlebih dahulu sekalipun terdapat upaya hukum banding dan pelaksanaannya tidaklah harus menunggu jangka waktu 14 (empat belas) hari, terhitung semenjak pengadilan mengeluarkan putusan

 

– Putusan serta merta atau uit voerbaar bij voorraad dalam hukum acara perdata diatur di dalam:

1. HIR

(0) Pasal 128 ayat (2)

(0) Pasal 129 ayat (4)

(0) Pasal 180 ayat (1)

2. RBg

(0) Pasal 153 ayat (5)

(0) Pasal 191 ayat (1)

3. Rv

(0) Pasal 54

(0) Pasal 55

(0) Pasal 855

 

– Putusan serta merta dapat diberikan oleh hakim, apabila dalam petitum disebutkan agar putusannya dapat dilaksanakan dengan serta merta atau dapat dilaksanakan terlebih dahulu.

 

– Dalam pelaksanaannya, putusan serta merta ini umumnya dalam praktek bisa dikabulkan oleh hakim apabila bukti-buktinya autentik dan hakim yakin bahwa bukti-bukti yang ada sah, tidak dibantah oleh pihak lawan, dan telah ada penghukuman dengan putusan hakim yang mendahului dan tidak dapat diajukan perlawanan atau banding.

 

– Apabila putusan serta merta di tingkat banding atau kasasi dibatalkan, umumnya akan menimbulkan masalah baru, karena obyek sengketa yang telah dieksekusi dan dilelang oleh PN atas permintaan penggungat dan telah berpindah tangan ke pihak lain wajib dikembalikan pada tergugat yang dikalahkan di tingkat PN, sedangkan harga jual dari lelang jauh di bawah harga umum. Tidak menutup kemungkinan juga pihak ketiga sebagai pemilik baru obyek sengketa menjual kepada penggugat dengan harga yang jauh lebih mahal. Dalam hal ini, biasanya penggugat akan menawarkan ganti rugi berupa uang kepada tergugat, itupun apabila tergugat setuju.

 

– Kelebihan putusan serta merta :

1. Putusan pengadilan dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya hukum dari tergugat.

2. Dapat memenuhi asas sederhana, cepat, dan biaya ringan.

3. Dapat berguna untuk mencegah terhadap debitur yang nakal untuk mengulur-ulur waktu penyerahan jaminan hutang

4. Dapat mempercepat proses pemenuhan prestasi terhadap pihak yang dirugikan

 

– Kekurangan putusan serta merta :

1. Apabila hakim yang menangani sengketa para pihak yang sedang berperkara tidak cermat dan tidak jeli atau tidak profesional atau tidak netral, maka putusan yang telah dikeluarkan dapat dibatalkan, diperbaiki, dan diubah di tingkat banding atau kasasi atau peninjauan kembali.

2. Dalam hal putusan serta merta dibatalkan, implikasinya berupa permasalahan baru berkaitan dengan obyek sengketa yang harus dikembalikan.

 

– Maka, dapat disimpulkan bahwa putusan serta merta adalah suatu putusan yang memiliki resiko sangat tinggi dan sangat fatal apabila terjadi kesalahan. Oleh karenanya, putusan serta merta hanya dapat dikeluarkan apabila sengketa tersebut benar-benar jelas letak kebenarannya atau sebagaimana syarat-syarat yang telah disebutkan di atas.