full screen background image
Sunday 19 November 2017
  • :
  • :

Jurnal Hukum Ruang Angkasa : IMPLIKASI HUKUM TERHADAP KEGIATAN ASTEROID MINING DITINJAU DARI OUTER SPACE TREATY 1967 DAN LIABILITY FOR DAMAGE CAUSED BY SPACE OBJECTS 1972

( JURNAL HUKUM RUANG ANGKASA )

IMPLIKASI HUKUM TERHADAP KEGIATAN ASTEROID MINING
DITINJAU DARI OUTER SPACE TREATY 1967 DAN LIABILITY FOR
DAMAGE CAUSED BY SPACE OBJECTS 1972

Yeremia Anggarianto

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

e-mail: yeremiaindonesia@gmail.com

ABSTRAK

Di zaman modern ini, teknologi ruang angkasa tidak sekedar hanya meluncurkan Space Objects (benda angkasa buatan manusia) untuk melakukan pendaratan, eksplorasi, dan menancapkan bendera, namun juga melakukan eksploitasi atau penggunaan ruang angkasa, baik Celestial Bodies (benda-benda langit) maupun ruang kosong di dalam ruang angkasa dalam bentuk penggunaan satelit. Kegiatan eksploitasi di dalam Celestial Bodies salah satunya berwujud dalam bentuk Asteroid Mining (pertambangan di asteroid). Wacana ambisius tersebut diluncurkan oleh dua perusahaan swasta di Amerika Serikat, yaitu Planetary Resources dan Deep Space Industries. Dua perusahaan swasta tersebut meluncurkan wacana ambisius tersebut dengan dasar potensi ekonomi yang besar dari kegiatan Asteroid Mining, mengingat penelitian mereka yang menyatakan bahwa asteroid bernilai jutaan dan bahkan miliaran USD. Cara yang digunakan adalah mengirimkan alat yang akan menarik asteroid tersebut untuk lebih dekat dengan bumi dan kemudian melakukan ekstraksi di asteroid tersebut. Wacana ambisius tersebut kemudian mendapatkan pertentangan bahwa Asteroid Mining merupakan suatu kegiatan yang melanggar ketentuan-ketentuan yang telah diatur di dalam Outer Space Treaty 1967 sebagai hukum ruang angkasa yang paling utama. Khususnya berkaitan dengan Non-Appropriation Principle (Prinsip yang menyatakan bahwa ruang angkasa tidak boleh dimiliki). Pertanyaan juga timbul perihal tanggung jawab apabila terjadi kerugian, mengingat kemungkinan kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berasal dari Space Objects, namun juga asteroid yang merupakan bagian dari Celestial Bodies dan berarti tidak diatur di dalam Liability Convention 1972. Dua permasalahan tersebutlah yang kemudian menjadi fokus penulis dan menggunakan tinjauan dari dua konvensi tersebut untuk melakukan analisis yang komprehensif.

Kata Kunci : Pertambangan asteroid, hukum ruang angkasa, Outer Space Treaty 1967, Liability Convention 1972

 

ABSTRACT

In modern times, outer space technology is not only launching a rocket or Space Objects (man-made space objects) for a landing, exploration, and plant a flag, but also the exploitation or use of outer space, either Celestial Bodies (natural objects in outer space) or empty space in the outer space itself, in the form of satellite usage. The example of exploitation activity in the Celestial Bodies is Asteroid Mining. The ambitious discourse was launched by two private companies in the United States, the Planetary Resources and Deep Space Industries. Two private companies are launching these ambitious discourse on the basis of huge economic potential of Asteroid Mining activitiy, based on their research which stating that the asteroid is worth millions and even billions USD. The method used is delivering a device that will drag the asteroid to get closer to the earth and then do the extraction on the asteroid. The ambitious discourse then get a disagreement, that Asteroid Mining is an activity that violates the provisions that have been set in the Outer Space Treaty 1967 as the main outer space law. Particularly with non-appropriation Principle (Principle which states that outer space should not be owned). Questions also arise about liability in the event of a loss, considering the possible losses arising not only from the Space Objects, but also asteroids which categorized as Celestial Bodies and it means are not regulated yet in the Liability Convention of 1972. These two issues become the focus of the author and uses these two conventions as the basis to perform a comprehensive analysis.
Keywords: Asteroid Mining, Outer Space Law, Outer Space Treaty 1967, Liability Convention 1972

 

Klik Link di Bawah untuk download jurnal lengkap!

IMPLIKASI HUKUM TERHADAP KEGIATAN ASTEROID MINING DITINJAU DARI OUTER SPACE TREATY 1967 DAN LIABILITY FOR DAMAGE CAUSED BY SPACE OBJECTS 1972