full screen background image
Thursday 14 December 2017
  • :
  • :

Advokasi dan Alternatif Penyelesaian Sengketa

demonstrasi-di-indonesia-_120321190632-852

Advokasi dan Alternatif Penyelesaian Sengketa

Pengertian dan Ruang Lingkup Advokasi

Pengertian Advokasi

–          Usaha sistematis dan terorganisasi untuk memengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap dan maju (incremental)

Bias/kesalahan pemahaman advokasi

–          Usaha makar kelompok anti-kemapanan terhadap pemerintahan yang sah.

–          Aktivitas berbahaya dan melawan hukum positif dan totaliter serta sentralistik.

–          Kegiatan beracara di pengadilan.

–          Disama artikan dengan advokad.

Karakteristik penyelesaian sengketa dengan media advokasi

–          Bersifat structural dan kolektif

–          Seringkali mengenai pelanggaran HAM, lingkungan hidup, tata ruang, budaya korupsi, dan perburuhan.

LINGKARAN KONFLIK

 advokasi

Alternatif Penyelesaian Sengketa : Sebuah Pemahaman Awal

Mitologi sengketa

–          Harmonis = normal , sengketa = tidak normal

–          Sengketa = alamiah & normal , tidak dapat dielakkan sepanjang ada interaksi sesama manusia, tetapi dapat diselesaikan atau akan selesai dengan sendirinya

–          Sengketa terjadi karena ada perbedaan sikap dan persepsi dalam relasi antar manusia

–          Sengketa = peristiwa luar biasa dan dapat merusak, namun mampu diselesaikan

–          Sengketa = suatu proses, produktif dan dapat dikelola

Pengertian sengketa

–          Pertentangan alamiah yang dihasilkan individu atau kelompok karena adanya perbedaan persepsi, sikap, kepercayaan, nilai atau kebutuhan.

–          Pertentangan antara dua pihak atau lebih yang memiliki sasaran tertentu, namun diliputi pemikiran, perasaan, atau perbuatan yang tidak sejalan

–          Pertentangan karena ada perbedaan dalam kebutuhan, nilai, motivasi pelaku atau yang terlibat di dalamnya

Pengertian penyelesaian sengketa

–          Tindakan konstruktif yang direncanakan, diorganisasikan, digerakkan, dan dievaluasi secara teratur atas semua usaha demi mengakhiri sengketa. (Robinson & Clifford.1974)

–          Sekumpulan teori dan penyelidikan yang bersifat eksperimental dalam memahami sifat-sifat sengketa, meneliti strategi terjadinya sengketa, kemudian membuat resolusi terhadap sengketa. (Deutsch,1973:420)

Kelembagaan penyelesaian sengketa non-litigasi

–          Konsultasi

  • Tindakan personal antara seseorang yang membutuhkan pendapat dari seorang konsultan guna memenuhi kebutuhannya

–          Negosiasi

  • Suatu proses yang dilakukan oleh dua pihak untuk mencapai suatu kesepakatan dengan kompromi dan konsesi

–          Mediasi murni

  • Memfasilitasi negosiasi langsung mengenai isu-isu terpenting, dengan tujuan menghasilkan penyelesaian permanen

–          Mediasi dengan kekuasaan

  • Mediator memiliki kekuasaan, yang didapat dari kedudukannya di luar lingkungan negosiasi, untuk membujuk kedua belah pihak agar taat

–          Konsiliasi

  • Konsiliator menyediakan jalur-jalur komunikasi antara kedua pihak, membantu mengidentifikasi isu-isu yang dipertentangkan, meredakan ketegangan antara kedua belah pihak dan menggerakan mereka menuju interaksi langsung

–          Fasilitasi

  • Fasilitator membawa wakil-wakil kedua belah pihak bersama, memimpin pertemuan-pertemuan baik sendiri atau bersama-sama untuk menyelidiki persepsi bersama dan mendorong komunikasi secara aman dan tidak mengancam.

–          Legal Opinion

  • Pendapat hukum yang berkaitan dengan berbagai masalah hukum dari para pihak terkait dengan fakta-faktanya.

–          Arbitrase

  • Badan yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu, lembaga tersebut juga dapat memberikan putusan yang mengikat mengenai suatu hubungan hukum tertentu dalam hal belum timbul sengketa

–          Advokasi

Sasaran, Program Strategis dan Advokasi

Sasaran & program strategi advokasi

–          Structural Component

  • Hearing, Lobby, Consultative, Public Dialogue : Individual / Representation of Group Advocacy

–          Cultural Component

  • Media campaigns, Training of Lawyers and Paralegals, Legal Education, Legal Literacy Program, Constituency Building, or Public Foray

–          Substantive Component

  • Research, Legislative Drafting, Initiative Legal Drafting

Analisis Sosial : Langkah-langkah Strategis, Metodologis, dan Implementatif Pengabdian Masyarakat Berbasis Kesadaran Hukum

 Pengertian analisis sosial

–          Usaha untuk memeroleh gambaran yang lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah kaitan-kaitan historis dan structural guna membangun kesadaran hukum masyarakat.

Proses analisis sosial

Refleksi theologies > Perencanaan pemberdayaan > Terlibat dalam konteks > Analisis Sosial

Kegunaan analisis sosial dalam pemberdayaan masyarakat

–     Menganalisis permasalahan hukum yang berkembang dalam masyarakat

–     Mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki dan tidak memiliki akses terhadap hukum

–     Menganalisis kaitan berbagai sistem dalam masyarakat dan implikasinya terhadap penegakan hukum

–     Menganalisis potensi-potensi yang dimiliki masyarakat dalam menuntut dan menegakkan hukum

–     Menganalisis tindakan-tindakan yang mengubah dan memperkuat situasi dalam membangun kesadaran hukum di masyarakat

 

Sumber : Perkuliahan- perkuliahan mata kuliah Advokasi dan Pilihan Penyelesaian Sengketa DR.Rachmad Safa’at,S.H.M.Si.

Sumber Gambar : www.republika.co.id